Ganjar Pranowo “Di-No One is Bigger Than The Club-kan”, Apa Maksud Megawati?

Dengan mengucilkan Ganjar Pranowo, Megawati mengirim sinyal agar tidak ada lagi Jokowi di tubuh PDIP

Dan, sejatinya PDIP sudah dikesampingkan Jokowi sebelum mantan Walikota Surakarta itu dilantik menjadi Presiden RI pada 20 Oktober 2014. Ketika itu, Jokowi bersama elit-elit Golkar dan Rini Soemarno membagi-bagi kursi kekuasaan di sebuah rumah yang diberi nama “Rumah Transisi”.

Pengalaman dipinggirkan PDIP oleh Jokowi itulah yang menjadi pertimbangan Megawati sebelum menyatakan partainya mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden. Untuk itu, sebagai king maker, Megawati perlu meningkatkan nilai tawarnya.

Dengan meningkatkan nilai tawar itu, Megawati dan PDIP berharap dapat lebih mengontrol pemerintahan dan tak perlu harus berulang kali mengingatkan presiden akan statusnya sebagai “Petugas Partai”.

Karena itulah pada puncak peringatan HUT 50 PDIP kemarin, Megawati memosisikan Ganjar Pranowo setara dengan kader-kader PDIP lainnya. no one is bigger than the club”. 

Megawati berharap Ganjar dapat memahami jika nanti menjadi presiden, pria berambut uban itu tidak “yo ngono” dan “mentang-mentang” seperti Jokowi. Karenanya, sebelum memberikan tiket capres kepada Ganjar, Megawati perlu mendapat komitmen dari kadernya itu.

Dan, bagi Megawati, Ganjar adalah salah satu kader terbaik yang dibinanya. Di dalam pembuluh darah Ganjar mengalir “darah banteng” yang “ditransfusikan” oleh Megawati. Dengan darahnya itu, Ganjar bukanlah Jokowi yang sekadar kader “kos-kosan”.