Apa Motif Jokowi Downgrade BIN?

Jokowi kembali menggebrak. Kali inimengobok-obok Badan Intelijen Negara (BIN) dengan men-downgra-nya

Jadi, menurut undang-undang yang ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 7 November 2011, BIN hanya melayani satu user,  yaitu presiden. Dengan kata lain, presiden adalah single client BIN.

Namun demikian, sebagaimana yang diatur dalam Pasal 37 UU 17/2011, presiden dapat mengeluarkan perpres untuk mengatur dan mengelola organisasi dan tata kerja BIN.

Jadi, menurut konstitusi, tidak ada yang salah jika Jokowi mengutak-atik kedudukan BIN. Jokowi bisa mendudukkan BIN di bawah koordinasi Kemenhan, di Kemenko Polhukam, atau di mana saja sesuai keperluannya.

Meski begitu, pengotak-atikkan posisi BIN saat ini menarik untuk dicermati. Pasalnya saat ini hubungan Jokowi dengan Ketua Umum PDIP Megawati terkesan tengah memburuk.

Kira-kira, Apa Motif Jokowi Downgrade BIN?

Sekarang, dengan posisi barunya ini yaitu di bawah koordinasi Kemenhan, badan intelijen ini di-downgrade sampai dua tingkat dari posisi sebelumnya.

Sebab, menurut Pasal 4 Perpres 73/2020, Kemenhan berada di bawah koordinasi Kemenko Polhukam dan Kemenko Polhukam sendiri berada di bawah koordinasi presiden.

Dengan langkah ini, Jokowi telah mempercayakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk memfilter segala informasi yang bersumber dari BIN.

Selain itu, dengan memposisikan BIN di bawah Kemenhan, Jokowi menjaga jarak atau menjauhi BIN yang saat ini dikepalai oleh Budi Gunawan. 

Budi Gunawan yang dilantik menjadi Kepala BIN pada 9 September 2016 ini terkesan lebih dekat dengan Megawati ketimbang Jokowi sebagai Presiden RI.

Terakhir Megawati dan Budi terekam kamera saat keduanya menghadiri  resepsi pernikahan Kaesang Pangarep pada 11 Desember 2022.

Hubungan Megawati dengan Budi sebenarnya telah terjalin sejak Megawati menjabat Wakil Presiden RI. Saat itu, Budi Gunawan yang masih berpangkat  Kolonel Polisi ditugaskan sebagai ajudan Megawati.

Karena kedekatannya itu jugalah yang Megawati ngotot meminta Presiden Joko Widodo tetap melantik Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai Kepala Polri pada 2015. Padahal, Jokowi berkukuh tetap membatalkan Budi sebagai Kepala Polri.

Dengan di-downgrade-nya posisi BIN, secara tidak langsung Jokowi juga telah menjauhkan dirinya dari pengaruh Megawati yang mungkin dititipkan lewat Budi Gunawan. Dalam konteks ini juga, Jokowi melakukan pembersihan terhadap “objek vital” negara yang dikuasai Megawati sejak 2016.