Coattail Effect Anies Baswedan Ancaman untuk Gerindra

Apa yang sejatinya mendorong Partai Nasdem mencapreskan Anies Baswedan? Jawaban singkatnya, misterius.

Tabokan yang diterima Nasdem tak hanya itu, Hanya berselang satu bulan kemudian, Nasdem dibombardir oleh narasi-narasi pemberitaan terkait survei yang mengerdilkannya.

Pada 11 November 2022, CNNIndonesia.com, misalnya, mempublikasikan analisis yang diberi judul “Pamor Anies dan Jalan Redup Elektabilitas NasDem”.

“Satu bulan lebih kehadiran Anies Baswedan di Partai Nasional Demokrat (NasDem) dinilai belum mampu mendongkrak elektabilitas partai besutan Surya Paloh tersebut. Sejumlah lembaga survei memprediksi tingkat keterpilihan NasDem di Pemilu 2024 mendatang malah turun,” tulis CNNIndonesia.com pada paragraf pertamanya.

Dalam analisisnya, CNNIndonesia.com mengambil sejumlah hasil survei. Survei Litbang Kompas yang dilaksanakan pada 24 September-7 Oktober 2022. Survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) yang mengambil waktu 3-9 Oktober 2022. Tak ketinggalan survei LSI Denny JA yang dilakukan pada 11-20 September 2022.

Seperti efek domino, Setelah pencapresan Anies, hubungan Nasdem-Jokowi yang sebelumnya harmonis jadi merenggang. 

Jokowi absen pada hari ulang tahun ke 11 Nasdem yang jatuh pada 11 November 2022. Lalu, Surya Paloh membalasnya dengan tidak menghadiri resepsi pernikahan putra Jokowi, Kaesang Pangarep, satu bulan kemudian.

Hubungan Nasdem-PDIP pun terkena imbasnya. Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat mendesak Presiden Jokowi agar mereshuffle dua menteri dari Nasdem, yaitu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar. Tak hanya itu, Djarot juga meminta tiga menteri asal Nasdem untuk mengundurkan diri.

“Kalau memang gentle betul sudah seperti itu, akan lebih baik untuk menteri-menterinya mengundurkan diri,” kata Djarot pada 3 Januari 2023.

Tak heran bila gegara mencapreskan Anies Baswedan, Nasdem mengalami guncangan hebat.

Tapi, benarkah Nasdem melakukan blunder fatal?

Coattail Effect Anies Baswedan: Deja Vu Prabowo

Meski ditabok kiri-akan, Nasdem tetap bergeming. Partai yang bercikal dari organisasi masyarakat Nasional Demokrat ini seolah sudah memiliki kalkulasi yang benar-benar matang. Nasdem tak mundur atau menarik pencapresan Anies Baswedan.

Nasdem memang tak salah. Sebab pencapresan Anies tidak melanggar apapun, termasuk kesepakatan koalisi.

“Sampai batas akhir masa bakti Presiden Jokowi dan Ma’ruf Amin kita nggak pernah terlanggarkan kan? Apa ada kesepakatan di koalisi kita harus mencalonkan si A kalau si B itu melanggar ? kalau emang ada AD/ART-nya seperti itu, itu lain cerita, kalau nggak ada, secara etik, etik yang mana? Etik itu adalah ketika ada hal yang bertentangan dengan garis kebijakan presiden,” kata Surya Paloh kepada wartawan di NasDem Tower, Menteng, Jakarta Pusat.