Coattail Effect Anies Baswedan Ancaman untuk Gerindra

Apa yang sejatinya mendorong Partai Nasdem mencapreskan Anies Baswedan? Jawaban singkatnya, misterius.

Karenanya, analisis yang mengatakan elektabilitas Nasdem anjlok pasca pencapresan Anies perlu dipertanyakan. Terlebih tidak sedikit pengamat politik, akademisi, dan politisi yang salah membaca hasil survei.

Survei yang dijadikan bahan baku analisis CNNIndonesia, misalnya, dilaksanakan sebelum atau hanya beberapa hari setelah Nasdem mencapreskan Anies pada 3 Oktober 2022. 

Survei Litbang Kompas, misalnya. Survei ini digelar pada pada 24 September-7 Oktober 2022, maka tak mungkin berhasil memotret respon responden terhadap pencapresan Anies. Begitu juga dengan survei SMRC yang digelar pada 3-9 Oktober 2022.

Apalagi survei LSI Denny JA yang dilakukan pada 11-20 September 2022 atau sebelum Nasdem mencapreskan Anies.

Padahal hasil-hasil survei yang dilaksanakan jauh hari setelah 3 Oktober 2022 pun belum mampu memotret keterkaitan elektabilitas Nasdem dengan pencapresan Anies Baswedan.

Pasalnya, pada umumnya masyarakat baru melihat figur Anies sebagai capres dan belum mengaitkan mantan Gubernur DKI Jakarta itu dengan Nasdem sebagai calon partai pengusungnya. Selain itu, informasi seputar pencapresan Anies oleh Nasdem masih terbatas pada kelompok responden yang mengikuti berita-berita politik.

Karenanya, untuk Pileg 2024, Nasdem masih memiliki pekerjaan rumah yang tak ringan, yaitu mengidentikkan dirinya dengan Anies Baswedan, Jika gagal, maka coattail effect pencapresan Anies akan dinikmati oleh parpol pengusung Anies lainnya. 

Capreskan Anies Baswedan, Nasdem Pegang Kendali

Dengan dicapreskannya Anies Baswedan oleh Nasdem sebenarnya merupakan pukulan telak bagi Gerindra dan Prabowo Subianto.

Sejak Prabowo bergabung dengan koalisi Jokowi pada 2019, pemilih Gerindra dan Prabowo telah meluapkan kekecewaannya. Mereka secara terang-terangan mengatakan akan meninggalkan Prabowo dan Gerindra karena sudah tidak mempercayai keduanya.

Koalisi Anies Baswedan
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh serta mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman saat menghadiri pernikahan anak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Putri Duyung Resort, Candi Bentar, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (29/7/2022). (Dokumentasi DPP Demokrat )

Kepercayaan pemilih Gerindra dan Prabowo semakin rontok pasca Sandiaga Uno menyusul Prabowo masuk ke dalam kabinet pada akhir 2020.

Pemilih Gerindra pada Pileg 2019 dan juga pendukung Prabowo dalam Pilpres 2019 ini merupakan pendukung Anies Baswedan. Bahkan, tak sedikit dari pendukung Anies yang telah menunjukkan gejala fanatismenya. 

Dari sini bisa diperkirakan, pemilih Gerindra dan Prabowo akan mengalihkan suaranyanya bukan hanya ke Anies Baswedan, melainkan juga ke Nasdem.