Fakta Ganjar Pranowo Bukanlah Capres Kuat Seperti Rilis Survei

Adanya kejanggalan pada hasil survei Charta Politika tersebut mengisyaratkan ada sesuatu pada tingginya tingkat elektabilitas Ganjar.

Sementara, di Jawa Barat yang notabene bukan basis PDIP,  elektabilitas pasangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki meningkat tajam dari 13,2 persen menurut sejumlah survei menjadi 28,41 persen suara menurut rekapitulasi KPUD Jabar. Bahkan, lonjakan elektabilitas Rieke-Teten tersebut nyaris menggusur calon petahana Ahmad Heryawan yang berduet dengan Deddy Mizwar.

Kemenangan Ganjar Pranowo dan meroketnya elektabilitas sejumlah pasangan yang didukung oleh Jokowi merupakan fakta bila Jokowi’s effect memang benar-benar dahsyat.

Fakta Ganjar menang dalam Pilgub Jateng 2023 memang tidak bisa ditampik. Tapi, adanya “cawe-cawe” Jokowi’s effect dalam kemenangan Ganjar juga fakta yang sulit dibantah.

Dengan kata lain, tanpa Jokowi’s effect, Ganjar tak kan sanggup menjawarai Pilgub Jateng 2013.

Pilgub Jateng 2018 Buktikan Ganjar tak Sekuat Hasil Survei

Pada 2018, Ganjar Pranowo kembali nyagub di provinsi yang sama. Kali ini ia berpasangan dengan Taj Yasin Maimoen.

Pasangan Ganjar pun bukan orang sembarangan. Taj Yasin adalah kader PPP yang duduk di Komisi E DPRD Jateng. Pasangan Ganjar ini juga dikenal sebagai santri dan putra kyai kondang Maimun Zubair. Benar-benar pasangan cagub-cawagub yang sangat ideal.

Sebagai calon gubernur petahana Ganjar maju dengan modal besar. Tingkat popularitasnya menurut hasil survei Charta Politika yang dipublikasikan Kompas.com pada 7 Juni 2018 mencapai 86,8 persen.

Dengan tingkat popularitas Ganjar yang tinggi itu, masih menurut survei Charta Politika, Ganjar dan pasangannya mengantongi tingkat elektabilitas yang terbilang tinggi: 70,5 persen.

Bukan hanya Charta Politika, Litbang Kompas dan sejumlah perusahaan riset lainnya pun mengunggulkan Ganjar Pranowo dan Pasangannya dengan rerata elektabilitas di atas 70 persen.

Sementara rivalnya, Sudirman Said maju dengan modal popularitas cuma 41,2 persen. Dan, pasangan Sudirman hanya 27,9 persen. Untuk popularitas, 41,2 persen terbilang rendah. Sementara tingkat elektabilitas keduanya, menurut survei Charta Politika, hanya 13,6  persen

Bila angka-angka hasil survei dibandingkan, jelas kedua pasangan cagub-cawagub Jateng itu sangat jomplang. Dari semua hasil survei itu juga, bisa dipastikan bila Ganjar-Yasin Maimoen bakal menang besar.

Faktanya, menurut rekapitulasi KPUD Jateng, Ganjar-Yasin hanya mampu meraih 58,78 persen suara pemilih Jateng. Raihan suara Ganjar ini lebih rendah 11.72 persen. Sementara rivalnya berhasil mendapatkan 41,22 persen suara atau melonjak tajam hingga 27,62 persen.